Sunday, April 11, 2010

Masa depan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia

Oleh Arif Yunani
Praktisi, sedang mengambil profesi akuntansi di UGM

Akuntansi sebagai “bahasa bisnis” mau tidak mau harus berkembang mengikuti perkembangan bisnis itu sendiri, perkembangan dari akuntansi/bisnis di suatu negera bisa kita lihat dari perkembangan dari standar akuntansi di negara tersebut.
Kasus nyata di Indonesia, pada tahun 1970an  buku Standar Akuntansi Keuangan Indonesia atau waktu itu disebut dengan PAI (kalau tidak salah) tipis dan masih sederhana. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan waktu standar akuntansi tersebut terus terus berkembang dan berubah. Saat ini Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang terbaru (keluaran tahun 2009) bukunya sangat tebal dan mengatur banyak hal (ada lebih dari 50 standar akuntansi).
SAK tahun 2009 bukanlah SAK terakhir yang akan dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), karena IAI sedang melakukan full konfergensi terhadap IFRS yang rencananya akan selesai pada tahun 2012.  Perkembangan SAK sebenarnya tidak hanya itu, karena IAI juga mengembangkan Standar Akuntansi untuk bisnis yang lain, seperti syariah dan juga UKM. Berikut adalah gambaran Standar Akuntansi Keuangan Indonesia di Masa Depan:
Standar Akuntansi:
1.  Standar Akuntansi Pemerintah
2. Standar Akuntansi Keuangan
2.a     Standar Akuntansi Keuangan Syariah (SAK Syariah)
2.b     Standar Akuntansi Keuangan Non Syariah
2.b.1            SAK Umum ( Konfergensi terhadap IFRS)
2.b.2            SAK ETAP ( Untuk UKM dan Entitas yang diperbolehkan oleh regulasi menggunakan SAK ini)
Dari gambaran di atas maka entitas dan juga akuntan harus bisa menganalisa dan mengambil keputusan yang tepat atas standar akuntansi yang mereka gunakan, agar mereka bisa memanfaatkan standar akuntansi yang ada dengan baik.  Bagi akuntan ini merupakan tantangan karena mereka dipacu untuk berubah dan mempelajari standar yang baru karena kalau tidak mereka tidak akan bisa bersaing di pasar tenaga kerja.